SINGKONG
(Tugas
Paper Mata Kuliah Produksi Tanaman Pangan)
ISI
Singkong
berasal dari benua Amerika, tepatnya Brasil dan Paraguay. Penyebarannya hampir
ke seluruh negara termasuk Indonesia. Singkong ditanam di wilayah Indonesia
sekitar tahun 1810 yang diperkenalkan oleh orang Portugis dari Brazil. Singkong
merupakan tanaman yang penting bagi negara beriklim tropis seperti Nigeria,
Brazil, Thailand, dan juga Indonesia. Keempat Negara tersebut merupakan negara
penghasil singkong terbesar di dunia (Soelistijono, 2006).
Singkong
tergolong tanaman yang tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat. Tumbuhan
ini berdasarkan klasifikasi ilmiahnya tergolong dalam keluarga besar
Euphorbiaceae dengan nama latin Manihot esculenta.Adapun klasifikasi singkong
(Euphorbiaceae) sebagai berikut:
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Spermatophyta
Sub divisi :
Angiospermae
Kelas :
Dicotyledoneae
Ordo :
Euphorbiales
Famili :
Euphorbiaceae
Genus :
Manihot
Spesies : Manihot utilissima Pohl.; Manihot esculenta (Soelistijono, 2006).
Singkong
merupakan jenis tanaman perdu yang dapat hidup sepanjang tahun. Singkong mudah
ditanam dan dibudidayakan, dapat ditanam di lahan yang kurang subur, resiko
gagal panen 5% dan tidak memiliki banyak hama. Tanaman ini mempunyai umur rata
rata 7 hingga 12 bulan. Singkong mempunyai umbi atau akar pohon berdiameter
rata-rata 5-10 cm lebih dan panjang 50-80 cm. Daging umbinya ada yang berwarna
putih atau kekuning-kuningan (Soemarjo, 1992).
Varietas-varietas
singkong unggul yang biasa ditanam penduduk Indonesia, antara lain: Valenca,
Mangi, Betawi, Basiorao, Bogor, SPP, Muara, Mentega, Andira 1, Gading, Andira
2, Malang 1, Malang 2, dan Andira 4. Jenis–jenis singkong antara lain: Berdasarkan
kandungan zat racunnya singkong dapat dibedakan dalam :
a.
Tidak beracun yaitu bila kadar HCN
kurang dari 50 mg/ kg. umbi basah kupas.
b.
Setengah beracun yaitu bila kadar
HCN antara 50-100 mg/ kg umbi basah kupas .
c.
Sangat beracun yaitu bila kadar HCN
lebih dari 100 mg/kg umbi basah kupas.
Berdasarkan
umurnya singkong dapat dibagi menjadi dua yaitu :
a.
Berumur pendek. Singkong yang
berumur pendek berarti usia sejak mulai tanam sampai musim panen relatif lebih
singkat yakni berumur 5–8 bulan. Dalam seusia itu singkong dapat dipanen hasil
maksimal. Andaikata panennya ditunda atau diperpanjang dari usia sebenarnya
akan timbul masalah yakni umbinya banyak yang berkayu.
b.
Berumur panjang. Jenis kedua yakni
yang berumur panjang antara 12 – l8 bulan. Bila dipanen sebelum usia tersebut,
hasilnya mengecerakan karena umbinya kecil-kecil dan kandungan patinya sedikit.
Jadi paling tepat kalau dipanen setelah berumur 12-19 bulan (Lingga, 1986).
Lampung
merupakan provinsi penghasil singkong terbesar dengan produsen singkong
terbesar Indonesia hingga 20% total produksi nasional. Berikut ini merupakan
data produksi singkong pada tahun 2010 hingga tahun 2015 menurut badan pusat
statistik
TAHUN
|
PRODUKSI (TON)
|
2010
|
8 637 594
|
2011
|
9 193 676
|
2012
|
8 387 351
|
2013
|
8 329 201
|
2014
|
8 034 016
|
2015
|
7 387 084
|
Kebun
singkong banyak tersebar di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, dan
Lampung Utara. Menggeliatnya budidaya singkong di Lampung sejalan bertambah
banyaknya investor yang membangun pabrik berbasis bahan baku singkong, antara
lain pabrik tepung tapioka, sorbitol, dextrose, bioetanol, dan pabrik gaplek
untuk pakan ternak. Varietas singkong yang banyak dibudidayakan di Lampung
adalah varietas Kasetsart, Thailand, Manggu dan Adira. Varietas andalan,
Kasetsart, memiliki keunggulan kadar pati yang tinggi, kulit mudah dibersihkan,
umur tanam relatif singkat, dan ukurannya yang ideal untuk diolah (KEMENPERIN, 2017).
KESIMPULAN
1.
Singkong merupakan jenis tanaman
perdu yang dapat hidup sepanjang tahun dan mempunyai umur rata rata 7 hingga 12
bulan.
2.
Lampung merupakan provinsi penghasil
singkong terbesar dengan produsen singkong terbesar Indonesia hingga 20% total
produksi nasional.
3.
Varietas singkong yang banyak
dibudidayakan di Lampung adalah varietas Kasetsart, Thailand, Manggu dan Adira.
DAFTAR
PUSTAKA
KEMENPERIN.
2017. Ekspor Naik, Produksi Singkong
Bertambah. Berita Industri. Jakarta
Lingga, P. 1986. Bertanam Umbi-umbian. Jakarta. Penebar
Swadaya.
Soelistijono, 2006. Tanaman Singkong. Penebar Swadaya. Jakarta.
Soemarjo
Poespodarsono. 1992. Pemuliaan Ubikayu.
Simposium Pemuliaan Tanaman I Komda Jatim.
SINGKONG
(Tugas
Paper Mata Kuliah Produksi Tanaman Pangan)
Oleh
Muhammad Asifa Ussudur
1514121169

JURUSAN
AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
LAMPUNG
2017
ISI
Singkong
berasal dari benua Amerika, tepatnya Brasil dan Paraguay. Penyebarannya hampir
ke seluruh negara termasuk Indonesia. Singkong ditanam di wilayah Indonesia
sekitar tahun 1810 yang diperkenalkan oleh orang Portugis dari Brazil. Singkong
merupakan tanaman yang penting bagi negara beriklim tropis seperti Nigeria,
Brazil, Thailand, dan juga Indonesia. Keempat Negara tersebut merupakan negara
penghasil singkong terbesar di dunia (Soelistijono, 2006).
Singkong
tergolong tanaman yang tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat. Tumbuhan
ini berdasarkan klasifikasi ilmiahnya tergolong dalam keluarga besar
Euphorbiaceae dengan nama latin Manihot esculenta.Adapun klasifikasi singkong
(Euphorbiaceae) sebagai berikut:
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Spermatophyta
Sub divisi :
Angiospermae
Kelas :
Dicotyledoneae
Ordo :
Euphorbiales
Famili :
Euphorbiaceae
Genus :
Manihot
Spesies : Manihot utilissima Pohl.; Manihot esculenta (Soelistijono, 2006).
Singkong
merupakan jenis tanaman perdu yang dapat hidup sepanjang tahun. Singkong mudah
ditanam dan dibudidayakan, dapat ditanam di lahan yang kurang subur, resiko
gagal panen 5% dan tidak memiliki banyak hama. Tanaman ini mempunyai umur rata
rata 7 hingga 12 bulan. Singkong mempunyai umbi atau akar pohon berdiameter
rata-rata 5-10 cm lebih dan panjang 50-80 cm. Daging umbinya ada yang berwarna
putih atau kekuning-kuningan (Soemarjo, 1992).
Varietas-varietas
singkong unggul yang biasa ditanam penduduk Indonesia, antara lain: Valenca,
Mangi, Betawi, Basiorao, Bogor, SPP, Muara, Mentega, Andira 1, Gading, Andira
2, Malang 1, Malang 2, dan Andira 4. Jenis–jenis singkong antara lain: Berdasarkan
kandungan zat racunnya singkong dapat dibedakan dalam :
a.
Tidak beracun yaitu bila kadar HCN
kurang dari 50 mg/ kg. umbi basah kupas.
b.
Setengah beracun yaitu bila kadar
HCN antara 50-100 mg/ kg umbi basah kupas .
c.
Sangat beracun yaitu bila kadar HCN
lebih dari 100 mg/kg umbi basah kupas.
Berdasarkan
umurnya singkong dapat dibagi menjadi dua yaitu :
a.
Berumur pendek. Singkong yang
berumur pendek berarti usia sejak mulai tanam sampai musim panen relatif lebih
singkat yakni berumur 5–8 bulan. Dalam seusia itu singkong dapat dipanen hasil
maksimal. Andaikata panennya ditunda atau diperpanjang dari usia sebenarnya
akan timbul masalah yakni umbinya banyak yang berkayu.
b.
Berumur panjang. Jenis kedua yakni
yang berumur panjang antara 12 – l8 bulan. Bila dipanen sebelum usia tersebut,
hasilnya mengecerakan karena umbinya kecil-kecil dan kandungan patinya sedikit.
Jadi paling tepat kalau dipanen setelah berumur 12-19 bulan (Lingga, 1986).
Lampung
merupakan provinsi penghasil singkong terbesar dengan produsen singkong
terbesar Indonesia hingga 20% total produksi nasional. Berikut ini merupakan
data produksi singkong pada tahun 2010 hingga tahun 2015 menurut badan pusat
statistik
TAHUN
|
PRODUKSI (TON)
|
2010
|
8 637 594
|
2011
|
9 193 676
|
2012
|
8 387 351
|
2013
|
8 329 201
|
2014
|
8 034 016
|
2015
|
7 387 084
|
Kebun
singkong banyak tersebar di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, dan
Lampung Utara. Menggeliatnya budidaya singkong di Lampung sejalan bertambah
banyaknya investor yang membangun pabrik berbasis bahan baku singkong, antara
lain pabrik tepung tapioka, sorbitol, dextrose, bioetanol, dan pabrik gaplek
untuk pakan ternak. Varietas singkong yang banyak dibudidayakan di Lampung
adalah varietas Kasetsart, Thailand, Manggu dan Adira. Varietas andalan,
Kasetsart, memiliki keunggulan kadar pati yang tinggi, kulit mudah dibersihkan,
umur tanam relatif singkat, dan ukurannya yang ideal untuk diolah (KEMENPERIN, 2017).
KESIMPULAN
1.
Singkong merupakan jenis tanaman
perdu yang dapat hidup sepanjang tahun dan mempunyai umur rata rata 7 hingga 12
bulan.
2.
Lampung merupakan provinsi penghasil
singkong terbesar dengan produsen singkong terbesar Indonesia hingga 20% total
produksi nasional.
3.
Varietas singkong yang banyak
dibudidayakan di Lampung adalah varietas Kasetsart, Thailand, Manggu dan Adira.
DAFTAR
PUSTAKA
KEMENPERIN.
2017. Ekspor Naik, Produksi Singkong
Bertambah. Berita Industri. Jakarta
Lingga, P. 1986. Bertanam Umbi-umbian. Jakarta. Penebar
Swadaya.
Soelistijono, 2006. Tanaman Singkong. Penebar Swadaya. Jakarta.
Soemarjo
Poespodarsono. 1992. Pemuliaan Ubikayu.
Simposium Pemuliaan Tanaman I Komda Jatim.
Comments
Post a Comment