PENGENALAN GEJALA PENYAKIT PENTING
TANAMAN UTAMA DI LAMPUNG
(Laporan
Praktikum Pengendalian Penyakit Tanaman)
I.
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Tanaman
merupakan tumbuhan yang sengaja dibudidayakan oleh manusia. Manusia yang
membudidayakan biasa disebut dengan petani. Banyaknya petani yang
membudidayakan tanaman. Tanaman yang dibududayakan lebih sering ke satu jenis
tanaman saja maka akan menimbulkan berbagai dampak negatif yaitu berupa
penyakit yang menyerang populasi tanaman tersebut. Akibat dari serangan
penyakit akan mempengaruhi produksi tanaman sehingga produksi tanaman turun.
Penyakit yang menyerang tanaman tidak begitu saja langsung terjadi tetapi
penyakit tersebut dibawa oleh mikroorganisme. Mikroorganisme yang dimaksudkan
adalah virus, jamur, bakteri dan nematoda.
Penyakit pada
tanaman disebabkan oleh patogen penyakit yaitu bakteri, dan virus yang
kesemuanya disebut mikroorganisme lainnya. Karena ukurannya sangat kecil dan
halus maka tidak dapat dilihat dengan kasat mata maka digunakan mikroskop
elektron. Setiap patogen yang menyerang tanaman hortikulturan memiliki
mekanisme serangan dan gejala serangan yang berbeda-beda.
Serangan
penyakit pada tanaman yang disebabkan oleh mikroorganisme akan menimbulkan
gejala dan tanda penyakit di tanaman yang terserang. Pada praktikum kali ini
yang dilakukan yaitu mengenal gejala dan tanda penyakit tanaman pada tanaman penting di Lampung. Apabila kita
mengetahui gejala dan tanda penyakit pada tanaman maka kita dapat mencari
soslusi yang tepat untuk mengendalikan atau menghilangkan penyakit tersebut.
1.2
Tujuan
Adapun
tujuan dilakukanya praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.
Mengetahui jenis penyakit penting tanaman
utama di Lampung.
2. Mengetahui gejala, penyebab, dan cara
pengendaliannya.
II. METODELOGI PRAKTIKUM
2.1
Waktu
dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada
tanggal 22 Maret 2017 di Laboratorium Penyakit Fakultas Pertanian Universitas
Lampung, pada pukul 13.00 sampai dengan selesai.
2.2
Alat
dan Bahan
Adapun
alat yang digunakan dalam praktikum kali ini yaitu alat tulis.
Sedangkan
bahan yang digunakan adalah foto tanaman yang menunjukan gejala.
2.3
Prosedur
Kerja
Adapun
cara kerja dalam praktikum ini yaitu
1. Diamati
gejala penyakit tanaman yang ada.
2. Ditulis
nama penyakit dan patogen penyebabnya.
3. Ditulis
cara pengendaliannya.
4. Difoto
gambar penyakit dari pathogen tersebut.
III. HASIL DAN PEMABAHASAN
3.1
Hasil
Pengamatan
Adapun hasil pengamatan pada praktikum ini yaitu sebagai berikut:
No
|
Gambar
|
Nama, Penyebab, dan Gejala
Pathogen
|
Pengendalian
|
1.
|
Cabai Merah
|
Nama penyakit :Antraknosa.
Penyebab Collectroticum capsici. Gejalanya yaitu terdapat
bercak coklat kehitaman dari ujung buah.
|
Menggunakan pestisida dan dengan Tricoderma sp secara hayati.
|
2.
|
Daun Kopi
|
Nama penyakit : Karat daun kopi. Penyebab :
Hemileia vastatrix. Gejalanya yaitu bercak terbentuk tepung berwarna jingga cerah
(bright orange) yang terdiri atas urediospora jamur.
|
Menggunakan varietas tahan, pemangkasan
daun yang terserang pathogen serta menggunakan fungisida seperti Baeleton 250
EC.
|
3.
|
Kakao
|
Nama penyakit : buah kakao
Penyebab : Phythoptora palmivora. Gejalanya yaitu ujung
buah kakao coklat dan dapat menyebar. Kemudian terdapat spora putih
|
Pengendalian hayati misalnya dengan Tricoderma harjianum dan T. Virier.
|
4.
|
Sawit
|
Nama penyakit: busuk pangkal batang sawit
Penyebab : Genoderma boninense. Gejala terdapat bercak
pada empulur atau hati, pada tandan akan muncul ose bakteri serat daun mengering
dari atas
|
Menggunakan tanah bebas Ganoderma ,
aplikasi agen hayati Trichoderma sp
dan Gliocladium sp.
|
5.
|
Padi
|
Nama penyakit : Patah leher
Penyebab : Pyricularia Oryzae. Gejala dapat berupa bercak pada daun,
malai, batang, dan bulir padi. Blas daun berupa bercak-bercak berbentuk belah ketupat dengan
ujung runcing. Pusat bercak berwarna kelabu atau putih dengan tepi berwarna
cokelat kemerahan
|
Menggunakan varietas tahan, dan manajemen
tanaman.
|
6.
|
Kubis
|
Nama Penyakit: akar gada
Penyebab : Plasmodiophora brassicae.
Gejalanya yaitu terjadinya
pembesaran akar (akar halus) dari bagian tengah ke bagian bawah, tanaman akan
kerdil dan layu dan bagian bawah tanaman menguning
|
Pengendalian yang mengguanakan umbi yang
sehat, pergiliran tanaman, pengendalian secara kimia.
|
7.
|
Pisang
|
Nama penyakit : layu fussarium. penyebab : Fusarium Oxysporum.
Gejala : Gejala penyakit ini awalnya tulang-tulang daun sebelah atas menjadi
pucat, tangkai daun merunduk dan tanaman menjadi layu.
|
Pengendalian dengan cara pergiliran tanaman,
pengapuran lahan, sanitasi lahan.
|
8.
|
Pisang
|
Nama penyakit : layu bakteri yang penyebab :
Ralstonia solanacearum. Gejala yang ditimbulkan
yaitu daun muda dari ibu tulang daun ke tepi daun tampak
berwarna coklat kekuning-kuningan.
|
Pengendalia mengguanakan bibit yang sehat, sanitasi
lahan.
|
9.
|
Lada
|
Nama penyakit :busuk pangkal batang lada
Penyebab : Phytopthora capsici. Gejalanya
yaitu tanaman kekeringan, daun menjadi kuning dengan daun menggantung kaku
dan makin lama makin mengarah ke batang tanaman
|
Pengendalian hayati yaitu Trichoderma harzianum, sanitasi lahan, penggunaan fungisida.
|
10.
|
Karet
|
Nama penyakit : akar putih pada karet Penyebab : Rigidoporus lignosus.
Gejala
daun-daun berubah menjadi berwarna hijau gelap kusam, layu akhirnya kering
dan gugur kemudian diikuti kematian tanaman
|
Pengendlian yang dapat dilakukan adalah pembongkaran
atau pemusnahan tunggul akar tanaman,
|
11
|
Buah Nanas
|
Nama penyakit : busuk hati nanas
Penyebab : Phytoptota parasitica.
Gejala : perubahan warna menjadi kuning
atau coklat, jika daun dicabut mudah terlepas dari tanaman, Pangkal daun yang
sudah berwarna coklat menjadi busuk dan berbau tidak sedap.
|
Pengendalian yang dapat dilakukan yaitu
pengguanaan mencabut dan membakar tanaman yang terserang, penggunaan
fungisida.
|
12.
|
Tanaman Nanas
|
Nama penyakit : busuk lunak nanas. Penyebab : Erwinia crysantemi
Gejala : buah pada tanaman membusuk dan berbau
tidak sedap.
|
Penggunaan bibit yang varietas tanah dan
menggunakan bahan kimia.
|
13.
|
Jagung
|
Nama penyakit : bulai jagung
Penyebab : Scelerospora maydis. Gejala yang ditimbulkan yaitu pada daun
terdapat garis-garis putih, pertumbuhanya terhambat, tongkol jagung tidak
bisa besar.
|
Tanaman yang terserang dicabut, jangan
menanam jagung pada musim hujan.
|
14.
|
Tomat
|
Nama penyakit : layu fussarium tomat
Penyebab : Fussarium
oxyssporium.
Gejala serangan ditandai dengan tanaman layu secara tiba-tiba pada sebagian
daunnya yang berlanjut ke seluruh daun, lalu mengering , dan akhirnya mati.
|
Penanaman varietas yang tahan, penyemprotan
bahan kiamwi, selain itu pengendalian
fisika dengan perlakuan tanah misalnya dengan uap panas atau fumigasi
|
15.
|
Tomat
|
Nama penyaki : layu bakteri
tomat Penyebab : Ralstonia solanacearum. Gejala yang ditimbulkan adalah daun mulai
layu, kemudian daun berwarna kuning hingga seluruh daun menjadi kering.
|
Penggunaan varietas tanahan, rotasi
tanaman, tanaman yang sakit dibakar.
|
16.
|
Leaves bligh jagung (bercak daun)
|
Nama penyakit : leave bligh
Penyebab : Helmintosporium turcicum
Gejalanya daun tampak bercak memanjang
berwarna kuning dan dikelilingi warna coklat.
|
Pengendalian pegiliran tanaman, mengatur
kondisi lahan tidak lembab.
|
17.
|
Busuk batang jagung
|
Nama Penyakit : Busuk batang jagung
Penyebab : Fussarium sp
Gejalanya bagian bawah batang jagung berwarna hijau
kekuningan, sehingga kemudian berubah warna menjadi coklat kekuningan.
|
Menggunakan varietas tahan, Pergiliran
tanaman, pemupukan berimbang dan hindari penggunaan pupuk nitrogen (N) yang
tinggi. Dengan cendawan antagonis yaitu Trichoderma sp. fungisida
Mancozeb dan Carbendazim.
|
3.2 Pembahasan
Lampung
memiliki komoditas tanaman yang beragam mulai dari kopi, karet, kakao, lada,
dan lain-lain. Keberagaman komoditas tanaman tersebut juga terdapat berbagai
masalah dalam membudidayakannya. Mualai dari hama dan juga penyakitnya. Masalah
utama yang menjadi topik utama yaitu dari penyakit tanaman dari berbagai
komoditas tersebut.
Gejala
merupakan penampakan abnormal pada tanaman akibat serangan penyakit. Sedangkan
tanda merupakan struktur penyakit atau bagian dari penyakit yang terdapat pada
tanaman. Komoditas tanaman yang merupakan penyakit penting tanaman utama
terjadi di Lampung yaitu cabai, kopi, kakao, sawit, padi, kubis, pisang, lada,
karet, nanas, jagung, dan tomat. Tanaman tersebut terkena penyakit dari virus,
bakteri, ataupun jamur sehingga menjadi masalah utama yang terjadi di lampung.
Penyakit
anthraknosa pada cabai disebabkan oleh Colletotricum
capsici. Gejala yang ditimbulkan yaitu terdapat bercak coklat kehitaman dari ujung
buah. Bercak melebar kebagian ujung, bercak-bercak tersebut pada perkembangannya
akan menyebabkan buah busuk dan jatuh ke tanah (Nurhayati, 2007).
Penyakit
karat daun kopi disebabkan
oleh jamur Hemileia vastatrix. Gejalanya
yaitu bercak terbentuk tepung berwarna jingga cerah (bright orange) yang
terdiri atas urediospora jamur. Bercak tua berwarna coklat tua berwarna coklat
tua sampai hitam dan mongering. Daun-daun akhirnya gugur sehingga pohon menjadi
gundul (Semangun, 1990).
Penyakit
busuk buah kakao disebabkan oleh Phytophthora
palmivora. Gejalanya yaitu ujung buah kakao coklat dan dapat menyebar.
Kemudian terdapat spora putih (Gardner, F.P., R. B. Pearce, R. L. Mitchell. 1991).
Penyakit
busuk pangkal batang sawit disebabkan oleh Jamur Ganoderma
boninense.
Gejala terdapat bercak pada empulur atau hati, pada tandan akan muncul ose
bakteri serat daun mengering dari atas (Agrios, 1996).
Penyakit
patah leher disebabkan oleh Jamur Pyricularia grisea (Cooke) Sacc. atau Pricularia oryzae. Gejala dapat berupa
bercak pada daun, malai, batang, dan bulir padi. Blas daun berupa bercak-bercak berbentuk belah ketupat dengan ujung
runcing. Pusat bercak berwarna kelabu atau putih dengan tepi berwarna cokelat
kemerahan (Taufik, 2011).
Penyakit
akar gada kubis disebabkan oleh jamur Plasmodiophora
brassicae. Gejalanya yaitu terjadinya pembesaran akar (akar
halus) dari bagian tengah ke bagian bawah, tanaman akan kerdil dan layu dan bagian
bawah tanaman menguning (Gardner, F.P., R. B. Pearce, R. L.
Mitchell. 1991).
Penyakit
pada pisang yaitu layu fusarium pisang disebabkan oleh jamur Fusarium
Oxysporum f. Sp Cubense (FOC) (Sussana, 2006) dan layu bakteri pisang dsiebabkan oleh Ralstonia solanacearum (Suharjo, 2006). Perbedannya yaitu layu fusarium menyerang pada
daun tua sedangkan layu bakteri dimulai dari pucuk atau daun muda.
Penyakit
Busuk Pangkal Batang Lada ini disebabkan oleh jamur patogen Phytophthora capsici. Gejalanya yaitu
tanaman kekeringan, daun menjadi kuning dengan daun menggantung kaku dan makin
lama makin mengarah ke batang tanaman (Gardner, F.P., R. B. Pearce, R. L.
Mitchell. 1991).
Penyakit
jamur akar putih karet disebabkan oleh Jamur Rigidoporus lignosus. Gejala yang nampak akar menjadi busuk dan
apabila perakaran dibuka maka terdapat benang-benang berwarna putih kekuningan
dan pipih menyerupai akar rambut yang menempel kuat dan sulit dilepas. Daun-daun
berubah menjadi berwarna hijau gelap kusam, layu akhirnya kering dan gugur kemudian
diikuti kematian tanaman (Sinaga,
2006).
Penyakit
pada nanas yaitu busuk hati nanas disebabkan oleh jamur
Phytophthora parasitica (Indina, 2014) dan
busuk lunak nanas disebabkan oleh
bakteri Erwinia crysanthemi (Semangun,
2007). Pebedaan gejalanya yaitu penyakit busuk hati nanas hati pada nanas busuk
sedangkan pada busuk lunak nanas yaitu pada pangkal buah.
Penyakit
pada jagung yaitu bulai jagung disebabkan
oleh cendawan Peronosclerospora maydis, hawar pelepah batang jagung Helminthosporium
turcicum, dan busuk batang jagung Fussarium
sp. penyakit ini ditandai dengan nekrosis dan klorosis (Matruti, 2013).
Penyakit
pada tomat yaitu layu fusarium tomat disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporium dan layu bakteri tomat disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum E.F
Smith. Perbedannya yaitu layu fusarium jamurnya menyerang pada bagian daun tua
dan pada batang kemudian pada layu bakteri menyerang pada daun muda dan
pembuluh berwarna coklat (Agrios, 1996).
Pengendalian
yang dapat dilakukan pada berbagai penyakit diatas sangat beragam. Pengendalian
menggunakan kultur teknis, pengendalian secara kimia, pengendalian secara
biologi pengendalian secara fisika, dan pengendalian hayati merupakan cara yang
dapat dilakukan untuk mengurangi atau menghentikan jumlah populasi dari
penyakit yang menyerang pada tanaman budidaya.
.
IV. KESIMPULAN
Adapun
kesimpulan dari dilakukannya praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Beberapa
jenis penyakit tanaman utama di Lampung yaitu busuk pangkal batang lada, busuk
buah kakao, layu fusarium pisang, layu bakteri pisang, karat daun kopi, busuk
hati nanas, busuk lunak nanas, busuk pangkal batang sawit, jamur akar putih,
bulai jagung, hawar jagung, busuk batang jagung, patah leher padi, akar gada,
antraknosa cabai, layu fusarium tomat dan layu bakteri tomat.
2. Gejala
yang ditimbulkan berbeda-beda dari setiap penyakit, jika gejala terus-amenerus
maka tanaman akan mati, penyebabnya oleh bakteri dan jamur, dan pengendaliannya
berupa pengendalian menggunakan kultur teknis, pengendalian secara kimia,
pengendalian secara biologi pengendalian secara fisika, dan pengendalian
hayati.
DAFTAR
PUSTAKA
Agrios,G.N.1996. Ilmu Penyakit
Tumbuhan. Gajah Mada University Press. Yogyakarta
Gardner,
F.P., R. B. Pearce, R. L. Mitchell. 1991. Fisiologi
Tanaman Budidaya. Gramedia. Jakarta.
Indina, Ganestya. 2014. Pengaruh Pemberian
Kompos Terhadap Perkembangan Penyakit Busuk Hati (Phytophthora sp.) Pada
Tanaman Nanas (Ananas Comosus). Jurnal HPT. Vol. 2, No. 4, Hal. 71-77).
Matruti. 2013. Serangan Peronosclerospora spp pada Tanaman
Jagung di Desa Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon Baguala Kota Ambon. Jurnal Agrologia. Vol.2, No.2, Hal.
109-115.
Nurhayati. 2007. Pertumbuhan Colletotrichum capsici Penyebab
Antraknosa Buah Cabai pada Berbagai Media yang Mengandung Ekstrak Tanaman. Jurnal Raflesia. Vol.9, No.1, Hal 32-35.
Semangun, H. 1990. Penyakit-penyakit
tanaman perkebunan di Indonesia. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.
. 2007. Penyakit-penyakit tanaman perkebunan di
Indonesia. Gadjah MadaUniversity Press: Yogyakarta.
Sinaga, Meity Suradji. 2006. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Penebar Swadaya.
Jakarta.
Suharjo,
Radix. 2006. Potensi Erionota Thrax Sebagai Agen Penyebab Patogen Penyebab
Penyakit Layu Bakteri Pada Tanaman Pisang ( Blood
Disease Bacterium). Jurnal HPT
Tropika. Vol. 6, No. 2, Hal. 100-106.
Sussana. 2006. Pemanfaatan Bakteri
Antagonis Sebagai Agen Biokontrol Penyakit Layu (Fusarium Oxysporum) Pada Tanaman Pisang. Jurnal Floratek. Vol. 2 Hal 121- 132.
Taufik, Muhammad. 2011.
Evaluasi Ketahanan Padi Gogo Lokal Terhadap Penyakit Blas ( Pyricularia oryzae) di Lapang. Jurnal Pertanian. Vol. 2, Hal 68-72.
LAMPIRAN
Comments
Post a Comment